Rumah Kecil di Padang Rumput - Ulasan buku

 



Kamu punya buku favorit yang selalu membuatmu nyaman ketika dibaca berulang-ulang? Saya punya beberapa. Yang paling saya suka adalah buku #rumahkecildipadangrumput oleh Laura Ingalls Wilder.

Saya membaca buku ini pertama kali di Anta-Anti, perpustakaan kecil di komplek. Senang sekali membaca cerita keseharian Laura dan keluarganya. Bangun pagi, memerah sapi, bekerja di ladang, membangun rumah kayu, dan bermain di padang rumput. Tidak khawatir ttg sekolah atau apapun kecuali bahan makanan dan kebutuhan dasar untuk musim mendatang. Cerita tentang kerja keras, hidup yang sederhana namun indah.

Buku ini yg membuat saya menulis utk pertamakalinya. Menghabiskan dua buku tulis penuh utk menulis imajinasi saya ttg kehidupan yg tidak pernah saya alami (misalnya salju dan piknik di tepi sungai).



Saya membaca seluruh buku di seri ini saat saya masih jadi murid SD. Dan cerita Laura membuat saya berharap lahir di desa, di mana saya bisa bermain seharian dengan burung dan kelinci liar, bisa menyentuh salju dan merasakan musim dingin yg menusuk tulang, tapi tetap hangat dan nyaman duduk di depan perapian sambil minum limun jahe.

Saya membaca buku ini lagi ketika sekolah di SMA. Dan saat itu saya menyadari bahwa butuh keberanian yg besar untuk mengembara dan hidup sebagai keluarga perintis. Pa dan Ma, ayah ibu Laura, adalah pasangan pemberani yg bekerja keras dan kompak mewujudkan mimpi mereka membuka lahan dan membangun rumah di tanah kosong di selatan Amerika. Pada saat itu saya diam-diam berdoa kepada Tuhan agar dikaruniai pasangan yg kuat, dan kelak bisa membawa kami sekeluarga berkelana ke negeri seberang, seperti keluarga Ingalls.

Akhirnya saya membeli buku #rumahkecildipadangrumput ini pada kunjungan pertama saya ke Thalia, toko buku Jerman. Tuhan Maha Baik mengabulkan doa saya bertahun-tahun lalu. Saat ini saya masih dalam 'perjalanan' berkereta bersama seorang suami yg pemberani dan tiga anak perempuan yg luar biasa, jauh dari keluarga dan sahabat, berusaha melakukan yg terbaik setiap hari.

Buku ini menjadi pengingat bahwa kita seringkali lalai bersyukur akan hal-hal sederhana dalam hidup: seperti air bersih, tempat tidur yg nyaman, sayur dan buah yg mudah didapat. Keluarga Ingalls dan masih banyak orang lain di luar di sana harus bekerja sangat keras untuk menyediakan kebutuhan dasar bagi keluarganya.


Pelajaran penting dari buku ini adalah "Apapun yg kau lakukan, mohon jangan usir siapapun keluar dari rumahnya!"

Bertahan hidup sehat secara fisik dan mental di rumah sendiripun sudah sedemikian sulit.

Terimakasih untuk menyampaikan pesan ini, Laura!


Comments